Para pengguna jalan, terutama wisatawan, mengeluhkan kondisi
ruas jalan di kawasan objek wisata Cipanas Tarogong Kaler Garut rusak
parah.
Ruas badan jalan dipenuhi lubang di sejumlah titik, dan beberapa di antaranya tergenang air. Selain tak nyaman, kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara terutama pengendara sepeda motor di malam hari atau saat hujan lebat.
Warga sekitar pun mempertanyakan kondisi kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan Pemkab Garut. Padahal kondisi kerusakan jalan diduga akibat seringnya terjadi rembesan air dari pipa saluran air panas di bawah jalan tersebut sudah berlangsung lama.
Beberapa warga pun berinisiatif melakukan perbaikan dengan menambal lubang jalan dengan adukan pasir dan semen.
"Ini kan objek wisata terkenal dan primadona. Mestinya, sarana umum infrastruktur jalannya diprioritaskan. Tapi jalan sudah rusak, kok tidak diperbaiki juga, padahal sudah lama,” ujar Didin, salah seorang warga, Selasa (30/12/2014).
Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Garut Eded Komara Nugraha mengatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) bertanggung jawab atas masalah pemasangan pipa-pila saluran air panas untuk para pengelola penginapan dan perhotelan di kawasan wisata Cipanas. Hal itu termasuk jaringan pipa air panas yang melintasi atau berada di bawah badan jalan.
"Kalau masalah jalan, memang kami yang bertanggungjawab. Tetapi, mestinya SDAP yang memperbaiki itu. Karena ada pipa saluran air dari pihak pengelola hotel yang bocor sehingga mengakibatkan jalan basah dan cepat rusak. Jadi SDAP yang bertanggungjawab untuk memperbaikinya," kata Eded.
Dia menilai, perbaikan jalan akan sia-sia jika jaringan pipa air panas tak dibenahi. "Makanya, alangkah baiknya jika pipa itu diperbaiki dulu. Baru dilakukan perbaikan jalan," ujarnya.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas SDAP Garut Uu Saepudin menegaskan, perbaikan jalan di kawasan Cipanas sepenuhnya tanggung jawab Dinas Binamarga. Dia berkilah, jika jaringan pipa itu terletak di pinggir jalan, maka perbaikan jaringannya menjadi tanggung jawab Dinas SDAP.
Uu pun menyarankan Dinas Binamarga berkoordinasi dengan para pengelola penginapan dan hotel untuk perbaikan jalan tersebut.
"Bisa saja Binamarga mengundang hotel agar memperbaiki pipa saluran air yang bocor itu. Setelah diperbaiki pipanya, baru jalannya yang diperbaiki. Kalau ujug-ujug jalannya diperbaiki, sementara di bawahnya masih ada yang bocor, tidak ada artinya," ujar dia.
Ruas badan jalan dipenuhi lubang di sejumlah titik, dan beberapa di antaranya tergenang air. Selain tak nyaman, kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara terutama pengendara sepeda motor di malam hari atau saat hujan lebat.
Warga sekitar pun mempertanyakan kondisi kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan Pemkab Garut. Padahal kondisi kerusakan jalan diduga akibat seringnya terjadi rembesan air dari pipa saluran air panas di bawah jalan tersebut sudah berlangsung lama.
Beberapa warga pun berinisiatif melakukan perbaikan dengan menambal lubang jalan dengan adukan pasir dan semen.
"Ini kan objek wisata terkenal dan primadona. Mestinya, sarana umum infrastruktur jalannya diprioritaskan. Tapi jalan sudah rusak, kok tidak diperbaiki juga, padahal sudah lama,” ujar Didin, salah seorang warga, Selasa (30/12/2014).
Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Garut Eded Komara Nugraha mengatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) bertanggung jawab atas masalah pemasangan pipa-pila saluran air panas untuk para pengelola penginapan dan perhotelan di kawasan wisata Cipanas. Hal itu termasuk jaringan pipa air panas yang melintasi atau berada di bawah badan jalan.
"Kalau masalah jalan, memang kami yang bertanggungjawab. Tetapi, mestinya SDAP yang memperbaiki itu. Karena ada pipa saluran air dari pihak pengelola hotel yang bocor sehingga mengakibatkan jalan basah dan cepat rusak. Jadi SDAP yang bertanggungjawab untuk memperbaikinya," kata Eded.
Dia menilai, perbaikan jalan akan sia-sia jika jaringan pipa air panas tak dibenahi. "Makanya, alangkah baiknya jika pipa itu diperbaiki dulu. Baru dilakukan perbaikan jalan," ujarnya.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas SDAP Garut Uu Saepudin menegaskan, perbaikan jalan di kawasan Cipanas sepenuhnya tanggung jawab Dinas Binamarga. Dia berkilah, jika jaringan pipa itu terletak di pinggir jalan, maka perbaikan jaringannya menjadi tanggung jawab Dinas SDAP.
Uu pun menyarankan Dinas Binamarga berkoordinasi dengan para pengelola penginapan dan hotel untuk perbaikan jalan tersebut.
"Bisa saja Binamarga mengundang hotel agar memperbaiki pipa saluran air yang bocor itu. Setelah diperbaiki pipanya, baru jalannya yang diperbaiki. Kalau ujug-ujug jalannya diperbaiki, sementara di bawahnya masih ada yang bocor, tidak ada artinya," ujar dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar