Demi menghidupi
seluruh keluarga besarnya, seorang ibu di cibiru, kab bandung bekerja seorang
diri menjadi pembuat dan penjual rangginang. Nama ibu tersebut adalah Euis (49)
yang bekerja keras memenuhi kebutuhan 4 anak, suami, orang tua ibu Euis
sekaligus kakak dan adik ibu Euis.
Karena suaminya
mempunyai penyakit struck dan akhirnya ibu Euis yang menjadi tulang punggung
keluarga menggantikan suaminya dengan berfropesi menjadi pembuat rangginang yang
telah di jalaninya selama 16 tahun.
Setiap pukul 02.00 subuh beliau sudah
bangun untuk mengolah beberapa kg beras itu menjadi sebuah adonan yang siap
untuk dicetak. Kadang beliau di bantu oleh anak perempuannya untuk mencetak
adonan adonan rangginang itu sebelum berangkat ke sekolah. Setelah adonan
selesai bu Euis menjemur rangginang tersebut di depan rumah nya sendirian.
Dari hasil
penjualan rangginang tersebut bu Euis hanya mendapatkan untung 600 rb per
bulan, yang jelas tidak mencukupi untuk biaya semua kebutuhan keluarganya. Apa
lagi bila musim hujan datang memproduksi rangginang nya berkurang karena lama
sekali untuk mengeringkan rangginang nya tersebut. Namun, iya terus berjuang
untuk menafkahi keluarga, menyekolahkan anak anak nya, dan mengobati suami dan
orang tua ibu Euis. Sungguh besar perjuangan ibu yang tak pernah mengenal lelah
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar