Jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung hingga
hari ini masih terputus karena banjir yang melanda kawasan Dayeuhkolot,
Baleendah, dan Bojongsoang di Kabupaten Bandung.
"Sampai hari ini ketinggian air rata-rata 1,3 sampai 2,6 meter di
permukiman warga. Jalur Kota Bandung dan Kabupaten Bandung via kawasan
tersebut masih terputus," kata Koordinator Tagana Kabupaten Bandung,
Dadang Wahidin, saat dihubungi, Selasa (23/12/2014).
Pengguna kendaraan pun terpaksa mencari jalur alternatif agar
terhindar dari kemacetan. "Untuk sementara hanya kendaraan besar yang
bisa melintas ke lokasi. Kalau kendaraan kecil belum bisa," ungkapnya.
Khusus untuk kawasan Dayeuhkolot, total ada sekira 4.500 rumah yang
terendam banjir. Ribuan orang terpaksa mengungsi. "Di Dayeuhkolot
pengungsian ada di 14 titik, salah satunya di Aula Kantor Kecamatan
Dayeuhkolot," jelas Dadang.
Untuk bantuan logistik, sejauh ini relatif aman. Tagana dan berbagai
pihak terkait di lokasi pun siap menyalurkan bantuan, termasuk pada
warga yang masih bertahan di rumahnya.
"Memang ada beberapa KK yang menolak untuk diungsikan. Mereka masih
bisa bertahan karena rumahnya permanen dan lantainya dua," ungkapnya.
Ditanya perihal total rumah yang terendam di tiga kawasan tersebut,
Dadang belum tahu persis. Ia saat ini hanya memegang data banjir di
Dayeuhkolot.
Sementara untuk ketinggian air di tiga lokasi itu, Dadang menyebutkan
relatif bertambah dibanding kemarin. Hal tersebut lantaran ada banjir
kiriman dari Kota Bandung dan beberapa kawasan di Kabupaten Bandung
karena hujan deras dalam dua hari terakhir.