Selamat Datang di Ungkapan Semesta Selamat Datang di Ungkapan Semesta Selamat Datang di Ungkapan Semesta Selamat Datang di Ungkapan Semesta Selamat Datang di Ungkapan Semesta

Rabu, 31 Desember 2014

Menghisap Bau Lem Sebagai Pengganti Narkoba (Cerita Anak Jalanan)

  

Sulitnya membumihanguskan narkoba dari negeri ini di karenakan penyebaran narkoba yang sulit di redam, mulai dari dunia Internasional,regional,kalangan pemerintahan,dunia artis sampai kepada ruang lingkup yang paling kecil yakni keluarga.
Di samping itu, sulitnya menangkap para bandar berskala kecil maupun besar yang membuat negeri ini tidak akan surut dari peredaran barang haram tersebut, karena telah menjadi pasar strategis dalam menyebarkan narkoba. Lalu apa saja yang telah dilakukan oleh pihak terkat untuk meminimalisir permasalahan in atau bahkan dihilangkan dari ibu pertiwi?
Banyak sudah yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait tersebut, mulai dari membentuk badan anti narkoba berskala nasional, menangkap bandar besar berskala internasional dan regional, sosialisasi pencegahan narkoba sampai membentuk Tim khusus untuk merahabilitasi bagi para pengguna narkoba.

Selasa, 30 Desember 2014

94 Warga Mekarsari Keracunan Makanan

 
Sedikitnya 94 warga tiga kampung di Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu dilarikan ke puskesmas karena mengalami gejala buang-buang air besar, muntah-muntah disertai pusing serta perut melilit.

Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan disuguhkan salah seorang warga setempat, Dede Permana (35), yang mengadakan syukuran khitanan anaknya, M Pardan.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dik Dik Hendrajaya, peristiwa tersebut diketahui ketika warga mulai berdatangan ke Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Cilawu.

Mereka mengeluhkan buang-buang air besar, muntah, dengan perut melilit serta kepala pusing. Sementara tercatat sebanyak 94 warga dari Kampung Cikalong, Cinumpang, dan Kampung Kereteg mengalami gejala tersebut.

Jalan ke Kawasan Cipanas Rusak Parah

 
Para pengguna jalan, terutama wisatawan, mengeluhkan kondisi ruas jalan di kawasan objek wisata Cipanas Tarogong Kaler Garut rusak parah.

Ruas badan jalan dipenuhi lubang di sejumlah titik, dan beberapa di antaranya tergenang air. Selain tak nyaman, kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara terutama pengendara sepeda motor di malam hari atau saat hujan lebat.

Warga sekitar pun mempertanyakan kondisi kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan Pemkab Garut. Padahal kondisi kerusakan jalan diduga akibat seringnya terjadi rembesan air dari pipa saluran air panas di bawah jalan tersebut sudah berlangsung lama.

Beberapa warga pun berinisiatif melakukan perbaikan dengan menambal lubang jalan dengan adukan pasir dan semen.

Sabtu, 27 Desember 2014

MEMBULLY TEMAN NYA DI PESANTREN HINGGA TRUMA


 26 desember 2014, anak laki-laki 13 taun berinisial ‘I N’ kelas 7 smp menjadi korban bullyan sekelompok temannya di sebuah SMP Pesantren di daerah Kab.Bandung (Jatinangor). Akibat dari kejadian itu, anak tersebut menjadi trauma tidak ingin bersekolah lagi dan merasa takut mempunyai teman.
Berdasarkan dari informasi yang diterima, pihak pesantren dan teman-teman nya yang menyaksikan menyebutkan dan menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari korban sedang bermain dengan salah satu temannya lemparan lemparan sarung di depan kelas sekitar pukul 14.00 WIB dan tidak sengaja si korban melempar sarung mengenai kaki temannya yang lain ( ‘D’ si pelaku pembullyan), temannya itu marah padahal si korban sudah meminta maaf karena tidak sengaja melakukannya.

Kamis, 25 Desember 2014

Banjir Bandung Selatan, Pengungsi Capai 12 Ribu


Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan mengatakan jumlah pengungsi korban banjir Bandung Selatan hingga hari ini, Kamis, 25 Desember 2014, terus bertambah. Hal tersebut diakibatkan banjir yang menggenangi rumah mereka sejak 6 hari yang lalu tak kunjung surut.
“Hingga hari ini, bisa dibilang tiap hari pengungsi terus bertambah. Meskipun masih banyak juga yang tetap bertahan di rumah,” ujar Marlan”
Menurut dia, banjir yang menerjang kawasan Bandung Selatan pada tahun ini terbilang parah. Karena, pada tahun ini genangan banjir lamban surut. Hal itu karena hujan tak henti-hentinya mengguyur kawasan hulu dan hilir Sungai Citarum. “Hingga saat ini, jumlah pengungsi bertambah menjadi 12 ribu jiwa yang disebar ke beberapa titik pengungsian,” kata Marlan.

Selasa, 23 Desember 2014

Banjir Sebabkan Jalur Kota-Kabupaten Bandung Terputus

Banjir Sebabkan Jalur Kota-Kabupaten Bandung Terputus  
Jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung hingga hari ini masih terputus karena banjir yang melanda kawasan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang di Kabupaten Bandung.
"Sampai hari ini ketinggian air rata-rata 1,3 sampai 2,6 meter di permukiman warga. Jalur Kota Bandung dan Kabupaten Bandung via kawasan tersebut masih terputus," kata Koordinator Tagana Kabupaten Bandung, Dadang Wahidin, saat dihubungi, Selasa (23/12/2014).
Pengguna kendaraan pun terpaksa mencari jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan. "Untuk sementara hanya kendaraan besar yang bisa melintas ke lokasi. Kalau kendaraan kecil belum bisa," ungkapnya.
Khusus untuk kawasan Dayeuhkolot, total ada sekira 4.500 rumah yang terendam banjir. Ribuan orang terpaksa mengungsi. "Di Dayeuhkolot pengungsian ada di 14 titik, salah satunya di Aula Kantor Kecamatan Dayeuhkolot," jelas Dadang.
Untuk bantuan logistik, sejauh ini relatif aman. Tagana dan berbagai pihak terkait di lokasi pun siap menyalurkan bantuan, termasuk pada warga yang masih bertahan di rumahnya.
"Memang ada beberapa KK yang menolak untuk diungsikan. Mereka masih bisa bertahan karena rumahnya permanen dan lantainya dua," ungkapnya.
Ditanya perihal total rumah yang terendam di tiga kawasan tersebut, Dadang belum tahu persis. Ia saat ini hanya memegang data banjir di Dayeuhkolot.
Sementara untuk ketinggian air di tiga lokasi itu, Dadang menyebutkan relatif bertambah dibanding kemarin. Hal tersebut lantaran ada banjir kiriman dari Kota Bandung dan beberapa kawasan di Kabupaten Bandung karena hujan deras dalam dua hari terakhir.

Jumat, 19 Desember 2014

Gubernur Jabar Hadiri Peringatan Deklarasi Djuanda di Unpas

 

Jabar -- Dengan jumlah lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dan hal ini tidak terlepas dari sebuah dokumen bernama Deklarasi Djuanda, dimana dalam deklarasi ini, Indonesia menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia-termasuk laut sekitar dan yang ada di dalam kepulauannya, merupakan satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.