Reak adalah salah satu kesenian rakyat Jawa Barat, khususnya di sekitar Ujung Berung-Bandung, Cileunyi-Bandung, dan Sumedang [semua daerah ini berlokasi di Propinsi Jawa Barat, Indonesia). Umumnya, kesenian ini diselenggarakan oleh masyarakat, seperti Cileunyi dan Ujung Berung, pada acara Sunatan (Sunda; khitan), baik yang dikhitannya laki-laki maupun perempuan. Namun, umumnya, reak ditampilkan ketika khitanan laki-laki. Selain itu, reak pun sering ditampilkan dalam acara-acara syukuran panen atau acara yang terkait dengan peristiwa sejarah negara Indonesia, seperti 17 Agustus-an. Dalam skala kecil, reak pun dihadirkan pada acara pernikahan, ulang tahun, peringatan akil baligh [9 tahun, atau 13 tahun, atau 15 tahun], dan acara syukuran lainnya.
Kesenian ini berupa iring-iringan dengan seperangkat atau sekumpulan istrument etnik sunda (seperti suling, kendang, kentungan, calung, dll beberapa di antaranya sudah mengadaptasi instrumen musik modern), sinden (penyanyi), kuda lumping (kuda yang sudah dilatih untuk pertunjukkan), sisingaan (patung singa beserta penari), dan penari bertopeng.

